
Dokumentasi: Tim KKN-PPM Sungai Kakap UGM 2024
Citra bersama masyarakat dan perangkat desa berdiskusi terkait penanaman Gama Umami
Ruang tengah kantor desa Punggur Kapuas dipenuhi oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Bincang ringan serta gelak tawa sesekali terdengar dari mereka. Barang sejenak dari suasana itu, mereka berpindah ke lahan untuk berjumpa dengan tumbuhan yang bernama Gama Umami.
Senin (15-07), Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan sebuah forum diskusi dengan tajuk Sosialisasi dan Praktik Penanaman Tanaman Pakan Rumput Gajah Gama Umami. Acara dimulai pukul 13.00 WIB dan dihadiri oleh 33 orang dari tiga dusun, diantaranya Dusun Betutu Raya, Dusun Kasih, dan Dusun Selat Kering. Sasaran dari kegiatan ini adalah masyarakat yang berprofesi sebagai petani dan peternak.
Kemudian, acara beralih pada sesi pemaparan materi yang disampaikan oleh Citra Nur Haliimah, mahasiswi program studi Ilmu dan Industri Peternakan, Fakultas Peternakan UGM. Citra menyampaikan bahwa menanam Gama Umami memerlukan ketelitian serta disiplin yang baik, mulai dari pra-penanaman hingga proses panen.
"Penanaman Gama Umami perlu memperhatikan arah mata tunas tumbuh. Arah tersebut tidak boleh terbalik ataupun mengarah ke bawah (tanah) agar nantinya mata tunas dapat tumbuh dengan baik," ucap Citra ketika memaparkan materi.
Selain itu, Citra juga menuturkan bahwa pemeliharaan Gama Umami pun perlu diperhatikan, terutama pada penyiraman atau pengairannya. Selama dua minggu pertama semenjak penanaman, rumput Gama Umami membutuhkan penyiraman intensif pada pagi dan sore hari.
Kegiatan kemudian berlanjut dari kantor desa ke lahan tempat penanaman Gama Umami. Seluruh peserta menatap Gama Umami yang telah ditumbuhi tunas, dengan rasa keingintahuan yang kuat beberapa masyarakat melontarkan pertanyaan ke Citra. Di sela-sela penjelasan Citra, salah satu warga bahkan meminta tunas Gama Umami untuk ia coba tanam di kebun rumahnya.
Selepas acara, Citra menyampaikan harapannya dengan adanya kegiatan ini. Ia berharap masyarakat setempat dapat lebih tertarik untuk menanam, walau bibit yang tersedia masih jarang dijumpai. "Harapan dariku, masyarakat bisa terus mengembangkan tanaman itu (Gama Umami) untuk pakan ternak mereka. Mungkin ini bisa menjadi awalan untuk masyarakat setempat memproduksi serta mengolah Gama Umami," pungkas Citra seraya tersenyum.
Penulis: Ryno Seto Nurdianto